TUGAS 4 SISTEM
BERKAS
MAKALAH
ORGANISASI
BERKAS
Disusun
oleh :
Nama : Adna Dea Rahma K
NIM :121051015
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2015
2. Prime dan
Overflow Data Area (Statik)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Sistem
Berkas adalah sistem penyimpanan pengorganisasian, pengelolaan data pada alat
penyimpanan eksternal, dengan menggunakan teknik organisasi data tertentu.
Pengertian
organisasi berkas adalah teknik atau cara untuk menyatakan dan menyimpan
record-record dalam berkas/file. Sedangkan Record adalah merupakan kumpulan
dari data yang terstruktur. Dalam record setiap elemen bisa mempunyai data yang
berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Model
dasar berkas file terdiri atas 4 macam, yaitu: (1) Sequential, (2) Relative,
(3) Index Squential dan (4) Multi Key.
1.2.
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah dalam makalah ini yaitu sebagai berikut :
1. Apa pengertian Organisasi
Berkas Index Sequential ?
2. Hal-hal yang berhubungan
dengan Organisasi Berkas Index Sequential ?
3. Apa keuntungan dan kerugian
pada Organisasi Berkas Index Sequential ?
4. Bagaimana tahapan-tahapan
dalam penyusunan Organisasi Berkas Index Sequential?
5. Apa yang dimaksud dengan
struktur pohon dan pohon biner?
6. Implementasi Organisasi Berkas Index Sequential
1.3.
Maksud dan Tujuan
Secara
umum tujuan penyusunan makalah ini bertujuan untuk :
1.
Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Berkas
2.
Menjelaskan tentang Organisasi Berkas Index Sequential.
3. Dapat memahami Pengertian Organisasi Berkas
Index Sequential
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian Organisasi Berkas Indeks Sequential
Organisasi
berkas indeks sequential adalah berkas/file yang disusun sedemikian rupa
sehingga dapat diakses secara sequential (berurutan) maupun secara direct
(langsung) atau kombinasi keduanya. Atau bisa diartikan bahwa berkas index
sequential ini merupakan kombinasi dari berkas sequential dan berkas relatif.
Organisasi
berkas ini mirip dengan Organisasi Berkas Sequential dimana setiap rekaman
disusun secara beruntun di dalam file, hanya saja ada tambahan indeks yang
digunakan untuk mencatat posisi atau alamat dari suatu kunci rekaman di dalam
file.
2.2. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan
Organisasi Berkas Index Sequential
2.2.1.
Jenis Akes Berkas Index Sequential :
1)
Akses Sequential (suatu cara pengaksesan record yang didahului pengaksesan record-record
didepannya).
Contoh Magnetic Tape.
2)
Akses Direct (suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses
seluruh record yang ada).
Contoh:
Magnetic Disk.
2.2.2.
Jenis Proses Berkas Index Sequential :
1)
Batch (proses mengolah data dengan menghimpunnya terlebih dahulu kemudian
mengatur dan mengelompokkannya ke dalam kelompok-kelompok yang disebut batch
atau bisa diartikan suatu proses yang dilakukan secara group dan kelompok).
Contoh File ada kalau didukung file lain, file nilai, ada dosen, mahasiswa, dan
lain-lain.
2)
Interactive (mengolah data dengan saling berhubungan atau berkaitan secara
langsung yang dilakukan secara satu persatu yaitu record demi record). Contoh
pencarian IPK mahasiswa yang lebih dari 3.
2.2.3.
Struktur Berkas Index Sequential:
1)
Index =binary search tree
2)
Data =sequential
Index-nya
digunakan untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah record
tertentu. Sedangkan data-nya digunakan untuk mendukung akses squential terhadap
seluruh kumpulan-kumpulan record.
2.3. Keuntungan dan
Kerugian Dalam Organisasi Berkas Index Sequential:
2.3.1.
Kegunaan Sekaligus Keunggulan Index
Sequential File
·
Bentuk file yang paling banyak
dipakai.
·
Dipakai bila file ingin selalu dalam
kondisi up to date.
· Sebuah record dapat di insert
(dimasukkan/ditambah) atau di retrieve (dibetulkan/dikembalikan semula) secara
langsung melalui indexnya.
·
Sangat sesuai untuk proses secara
on-line
·
Bisa juga diakses secara sequential
·
Mempunyai semua keunggulan dari
sequential file
2.3.2.
Kelemahan Index Sequential File
·
Search/pencarian hanya bisa melalui
sebuah key saja, yaitu key yang mengurutkan file Performance.
·
Diperlukan perubahan data, maka
seluruh record yang tersimpan didalam master file ini, harus semuanya diproses
terlebih dahulu.
·
Data yang tersimpan harus sudah urut
(sorted).
·
Posisi data yang tersimpan sangat
sulit untuk up-to-date, sebab master file hanya bisa berubah saat proses selesai
dilakukan.
·
Tidak bisa dilakukan secara
langsung.
2.4. Tahapan Dalam
Organisasi Berkas Secara Sequential
Ada
beberapa tahapan dalam organisasi berkas secara sequential, yaitu :
1. Pengumpulan Data
Proses dimana data yang ada dikumpulkan secara berurut
berdasarkan klasifikasi yang membedakannya. Pada tahap pengumpulan data ini,
semua data akan diurutkan secara bertahap dan terorganisir dengan baik.
2. Pemasukkan Data ( Input Data
)
Pada tahap ini, data-data yang telah dibedakan dan
dikumpulkan tersebut akan secara permanent dimasukkan (di input) kedalam suatu device
penyimpanan. Device (media) penyimpanan ini dapat berupa memori atau device
penyimpanan lainnya.
3. Pengeditan Data
Tahap selanjutnya yang harus dilakukan dalam proses secara
sequential adalah pengeditan data. Setelah data yang ada dikumpulkan dan proses
input data juga telah dilakukan maka proses selanjutnya adalah editing. Dalam
tahap ini data yang telah di input akan diubah ( edit ).
4. Penyortiran Data Yang Telah
Di Edit
Tahap terakhir dalam tahap sequential ini adalah
penyortiran. Setelah user melakukan pengeditan pada data-data yang ada, maka
selanjutnya data yang telah di edit tersebut kan di sortir.
2.5. STRUKTUR POHON
Sebuah
pohon (tree) adalah struktur dari sekumpulan elemen, dengan salah satu
elemennya merupakan akarnya atau root, dan sisanya yang lain merupakan
bagian-bagian pohon yang terorganisasi dalam susunan berhirarki, dengan root
sebagai puncaknya.
Contoh
umum dimana struktur pohon sering ditemukan adalah pada penyusunan silsilah
keluarga, hirarki suatu organisasi, daftar isi suatu buku dan lain sebagainya.
Akar pohon (root) adalah Handoko.
Secara
rekursif suatu struktur pohon dapat didefinisikan sebagai berikut:
·
Sebuah simpul tunggal adalah sebuah
pohon.
·
Bila terdapat simpul n, dan beberapa
sub-pohon T1,T2,...,Tk, yang tidak saling berhubungan, yang masing-masing akarnya adalah n1,n2,..., nk, dari simpul/sub
pohon ini dapat dibuat sebuah pohon baru dengan n sebagai akar dari
simpul-simpul n1,n2,...,nk.
POHON
BINER
Pohon
Biner adalah Binary Tree atau Pohon Biner adalah sebuah tree yang setiap
nodenya maksimal hanya memiliki dua anak. Salah satu tipe pohon
yang paling banyak dipelajari adalah
pohon biner. Pohon Biner
adalah
pohon
yang
setiap
simpulnya
memiliki
paling
banyak dua buah cabang/anak.
Contoh:
Pada
contoh gambar tersebut, indeksnya disusun berdasarkan binary search tree.
Indeksnya digunakan untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah
record tertentu, sedangkan berkas data sekeunsial digunakan untuk mendukung
akses sekuensial terhadap seluruh kumpulan record-record
2.6 IMPLEMENTASI ORGANISASI BERKAS INDEX
SEQUENTIAL
Ada
2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas
indeks sequential , yaitu:
1. Blok
Indeks dan Data (Dinamik)
2. Prime
dan Overflow Data Area (Statik)
Kedua
pendekatan tersebut mengunakan sebuah bagian indeks dan sebuah bagian data,
dimana masing-masing menempati berkas yang terpisah.
Alasannya
:
Karena
Kedua pendekatan tersebut menggunakan bagian indeks dan bagian data, dimana
masing-masing menempati file yang terpisah. Karena diimplementasikan pada
organisasi internal yang berbeda. Masing-masing file tersebut harus menempati
pada alat penyimpan yang bersifat Direct Access Storage Device (DASD).
Keterangan:
1.
Blok Indeks dan Data (Dinamik)
Pada
pendekatan ini berkas indeks dan berkas data diorganisasikan dalam blok. Berkas
indeks mempunyai struktur tree, sedangkan berkas data mempunyai struktur
sekuensial dengan ruang bebas yang didistribusikan antar populasi record.
Untuk cara pertama, kita menyusun
data dengan lebih memperhatikan ke data yang bersifat logik, bukan fisik. Jadi,
data dan index diorganisasikan ke dalam blok-blok. Blok-blok index diorganisasi
secara sequential (consecutive) dan bertingkat-tingkat (misal setiap blok hanya
berisi 4 record index yang berisi key field dan pointer).
Setiap tingkat akan menuju ke blok data
(misal setiap blok hanya berisi 4 record data) di tingkat selanjutnya dan
seterusnya menuju ke blok data yg akan mendapatkan record yg dicari secara
direct.
Bila dilakukan penyisipan data dan
blok tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh (tidak ada tempat kosong/
padding lagi), maka akan dilakukan reorganisasi blok dengan membentuk blok
baru. Tentu, mungkin saja perubahan ini akan berdampak pada isi blok index-nya.
Bila dilakukan penyisipan data dan
track tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh (tidak ada tempat kosong/
padding lagi), maka akan dilakukan reorganisasi track dengan membentuk track
baru.Tentu, track baru itu di luar prime data file-nya, yaitu di overflow data
area-nya
.Contohnya ;
Pada
gambar tersebut ada N blok data dan 3 tingkat dari indeks. Setiap entry pada
indeks mempunyai bentuk (nilai key terendah, pointer), dimana pointer menunjuk
pada blok yang lain, dengan nilai key-nya sebagai nilai key terendah. Setiap
tingkat dari blok indeks menunjuk seluruh blok, kecuali blok indeks pada
tingkat terendah yang menunjuk ke blok data.
Pendekatan
lain untuk mengimplementasikan berkas indeks sequential adalah berdasarkan
struktur indeks dimana struktur indeks ini lebih ditekankan pada karakteristik
hardware (fisik) dari penyimpanan, dibandingkan dengan distribusi secara logik
dari nilai key.
Indeksnya
ada beberapa tingkat, misalnya tingkat cylinder index dan tingkat track index.
Berkas datanya secara umum diimplementasikan sebagai 2 berkas, yaitu prime area
dan overflow area.
Contoh
Pengaksesan:
Misal
: mengakses dengan nilai key BAT
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Dari
data diatas maka didapatkan kesimpulan yaitu Organisasi berkas indeks
sequential adalah Berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat
diakses secara sequential maupun secara direct (langsung) atau kombinasi
keduanya, direct dan sequential data merupakan segala sesuatu yang masih dalam
bentuk bahan mentah yang akan diproses. Data yang sudah diproses tersebut dan
berguna bagi orang yang menerimanya ini disebut sebagai informasi.
Indeks disusun berdasarkan binary search tree dan digunakan untuk melayani sebuah
permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu.
Berkas data sequential digunakan untuk mendukung akses sequential terhadap seluruh kumpulan
record-record. Pada pendekatan ini kita menyusun data dengan lebih
memperhatikan ke data yang bersifat logik, bukan fisik, jadi berkas indeks dan
berkas data diorganisasikan dalam blok.
·
Berkas indeks mempunyai struktur tree
·
Berkas data mempunyai struktur sequential dengan ruang bebas yang
didistribusikan antar populasi record.
Didalam
organisasi Berkas index sequential ini ada 2 pendekatan dasar untuk
mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas indeks sequential , yaitu:
Blok Indeks dan Data (Dinamik) , Prime dan Overflow Data Area (Statik) .
DAFTAR PUSTAKA
1. Download
artikel dari
http://oktosetia.blogspot.com/2011/12/materi-mata-kuliah-sistem-berkas.html
2. http://q2nsinfomasi08.blogspot.com/2009/11/organisasi-berkas-indeks-sequential.html
3. www.toodoc.com/organisasi-berkas-index-sequensial-chook
.html
File dapat diliat di SINI




official website vibrators,realistic dildo,wholesale sex toys,sex chair,cheap sex toys,realistic dildo,vibrators,wolf dildo,horse dildo Visit Your URL
BalasHapuspop over to these guys custom sex doll,dildos,wholesale dildo,wholesale dildo,sex chair,cheap sex toys,cheap sex toys,real dolls,vibrators More about the author
BalasHapus